
Zetizen - Siapa sangka lagu dengan nuansa emosional mendalam bisa duduki posisi 3 besar playlist di Spotify? Itulah yang terjadi dengan lagu Tarot yang dinyanyikan Feast.
Bukan sekadar karya musik, lagu ini menyimpan makna kuat tentang luka, perasaan, dan keteguhan hati. Dengan maknanya yang mendalam lagu ini mampu menduduki 3 besar dari top 50 lagu Spotify, bersaing dengan deretan lagu-lagu populer lainnya seperti “Monolog” dan “Tabola Bale".
Bukan Sekadar Lirik Biasa: Pesan Emosional dalam Tarot
Tarot bukan sekadar rangkaian kata puitis, tetapi potret jujur tentang dinamika batin manusia. Liriknya menggambarkan konflik antara logika yang ingin melepas dan hati yang tetap memilih bertahan. Di situ ada paradox yaitu luka dianggap niscaya, tetapi bukan alasan untuk mengakhiri, justru sebagai bukti bahwa hubungan memiliki makna.
Simbol tarot sendiri dalam budaya populer sering dipandang sebagai cermin nasib, pilihan, dan ketidakpastian. Dalam lagu ini, tarot menjadi metafora tentang jalan hidup: tidak ada yang pasti, namun ada keyakinan untuk terus melangkah. Bagi sebagian pendengar, tarot diibaratkan sebagai perjalanan mencari arti di tengah keraguan, di mana perasaan sering lebih kuat daripada logika.
Makna ini terasa relevan bagi generasi muda yang kerap dihadapkan pada dilema emosional. Ada momen ketika logika berkata, “sudah cukup,” tetapi hati menolak untuk menyerah. Dari sinilah lahir keteguhan: bahwa meski luka datang, kepercayaan masih bisa dipertahankan.
Lebih dalam lagi, Tarot bisa dimaknai sebagai refleksi tentang kehidupan kedua atau kesempatan baru. Liriknya mengisyaratkan bahwa meski pernah tersakiti, ada ruang untuk bangkit, mempercayai, dan menjalani kembali. Hal ini menjadikan Tarot bukan sekadar lagu cinta, tetapi juga lagu tentang kesabaran, kepercayaan, dan keberanian menghadapi luka.
Tak heran, banyak pendengar merasa lagu ini “ngena” secara personal. Di media sosial, komentar warganet bertebaran: ada yang mengaitkan dengan kisah asmara, ada pula yang menghubungkannya dengan perjalanan hidup. Semuanya sepakat bahwa Tarot menghadirkan ruang refleksi yang mendalam, jauh melampaui batas genre musik semata.
Alasan Tarot Bisa Meledak dan Masuk 3 Besar Spotify
Kesuksesan Tarot di Spotify bukanlah kebetulan. Data platform musik menunjukkan tren kenaikan pemutaran lagu lokal dengan lirik yang punya kedalaman makna.
Dalam beberapa minggu terakhir, Tarot sempat menyalip lagu-lagu internasional dan bertahan di posisi 3 besar Spotify Indonesia. Ini membuktikan bahwa publik tidak hanya mencari irama yang enak, tetapi juga cerita yang bisa mereka rasakan.
Asal Usul Lagu Tarot, Feast.
Feast dikenal sebagai band music rock yang memiliki karya lagu sangat unik karena kekuatan liriknya. Tarot sendiri lahir dari keresahan tentang hubungan, pilihan, dan kepercayaan diri. Ditulis oleh Baskara Putra dan Muhammad Rastafarian lagu ini rilis pada tahun 2024.
Meski tidak dirilis sebagai lagu cinta konvensional, justru kejujuran dan kedalaman liriknya membuat lagu ini berbeda. Bagi .Feast, Tarot merupakan bentuk ekspresi yang mempertemukan musik, perasaan, dan simbolisme, hingga akhirnya diterima luas oleh pendengar.
Lirik Lagu Tarot
Nama yang sama bertahan
Dalam ruangan hening
Tanpa suara, bertahan
Tak bergeming
Terlalu lama bercanda
Kita tak terbiasa
Dengan celaka yang nyata
Diam, tak berdaya
Namun, aku bingung kenapa ku tak pergi
Aku bingung kalian masih di sini
Apa mungkin kar’na terlalu lama?
Apa benar ‘tuk berbagi derita?
Mungkin nanti semua justru memburuk
Hati-hati, namun terjatuh lagi
Tapi luka adalah niscaya
Kutanggung denganmu s’lama ku mampu
S’lama ku mampu
Di kehidupan kedua (di kesempatan kedua)
S’moga kau tak terlalu keras kepala
Atau mungkin ini bukan yang pertama (ini bukan yang pertama)
Dan kita dib’ri kesempatan berubah
Kuyakin nyawa kita bertautan
Khatam berbagai cobaan
Selalu menertawakan ramalan bintang, kartu tarot
Orang pintar pembaca nasib
Namun, aku bingung kenapa ku tak pergi
Aku bingung kalian masih di sini
Apa mungkin kar’na terlalu lama?
Apa benar ‘tuk berbagi derita?
Mungkin nanti semua justru memburuk
Hati-hati, namun terjatuh lagi
Tapi luka adalah niscaya
Kutanggung denganmu s’lama ku mampu
(S’lama ku mampu)



