
Zetizen – Lukisan The Scream merupakan salah satu karya seni yang paling terkenal dan ikonik dalam sejarah. Lukisan ini dibuat oleh seorang pelukis asal Norwegia yang Bernama Edvard Munch. Lukisan tersebut dikenal dengan gambaran seseorang yang seperti mengeluarkan teriakan dan latar belakang pemandangan Oslofjord yang dihias oleh langit senja.
Selain itu, lukisan ini seperti seolah-olah ingin berbicara kepada setiap orang yang melihatnya. Lukisan The Scream memang memiliki banyak misteri yang tersimpan di dalamnya, sehingga membuat banyak orang penasaran dan ingin mengetahui lebih dalam tentang lukisan ini.
Namun, apa sebenarnya makna dibalik lukisan The Scream ? Mengapa lukisan ini sangat menarik perhatian dunia? Oleh karena itu, kita disini akan mengupas lebih dalam tentang makna dan alasan dibalik populernya lukisan ini. Yuk, Simak terus penjelasan dibawah ini.
Siapa Sebenarnya Sosok Pelukis Edvard Munch?
Dikutip dari Britannica, Edvard Munch merupakan pelukis yang lahir pada tanggal 12 Desember 1863 di Löten, Norwegia. Ia dikenal sebagai pelukis yang mengangkat tema-tema psikologis, seperti di dalam lukisan The Scream atau The Cry yang memiliki simbol penderitaan spiritual modern.
Makna dan Interpretasi dari Lukisan The Scream
Lukisan The Scream menggambarkan sosok manusia yang tampak sedang berteriak dengan bentuk figur manusia yang tidak jelas serta langit di belakangnya menambah kesan suatu efek dramatis. Selain itu, lukisan ini juga seperti menyampaikan pesan emosional berupa ekspresi batin individu yang merasa terasingkan dan ketakutan dalam menghadapi dunia.
Edvard Munch sendiri menuliskan latar belakang pembuatan lukisan The Scream pada catatan harian-nya
“I was walking along the road with two friends. The sun was setting. I felt a breath of melancholy – Suddenly the sky turned blood-red. I stopped, and leaned against the railing, deathly tired – Looking out across the flaming clouds that hung like blood and a sword over the blue-black fjord and town. My friends walked on – I stood there, trembling with fear. And I sensed a great, infinite scream pass through nature.” (Munch, 1892).
Di dalam teks tersebut Edvard Munch seperti menggambarkan rasa cemas dan takutnya karena mendengar teriakan – teriakan yang tidak ada habisnya dari alam, sehingga ia mencoba untuk tidak mendengar jeritan-jeritan tersebut dengan menutupi kedua telinganya.
Terlebih lagi, banyak orang yang memahami lukisan The Scream melambangkan suatu rasa kecemasan dan ketakutan, namun ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa lukisan ini merupakan representasi dari ketakutan dan trauma batin Edvard Munch yang mendalam.
Mengapa Lukisan The Scream Sangat Dikenal di Seluruh Dunia?
Lukisan ini begitu menarik perhatian dunia karena kesan-nya yang misterius dan unik. Dengan gambar wajah yang tampak seperti berteriak di tengah langit senja membuat siapa saja yang melihatnya ikut merasakan perasaan yang emosional. Sehingga, tidak heran jika banyak para penikmat seni yang setuju bahwa lukisan ini pantas untuk diakui di seluruh dunia.
Bagaimana menurut kamu mengenai lukisan yang satu ini? Apakah kamu ikut merasakan kecemasan dan ketakutan dari lukisan The Scream seperti yang dialami oleh Edvard Munch? Berikan pendapat kamu, ya.